TKA dan Asesmen Nasional SMP 2026: Susunan Dua Hari dan Durasi Sesi
Kenali susunan dua hari TKA dan AN SMP 2026, alokasi 75 menit mata uji dan 105 menit rangkaian sesi, fungsi survei, serta perbedaan SHTKA dan Rapor Pendidikan.

Menyiapkan panduan dan sumber rujukan.
Kenali susunan dua hari TKA dan AN SMP 2026, alokasi 75 menit mata uji dan 105 menit rangkaian sesi, fungsi survei, serta perbedaan SHTKA dan Rapor Pendidikan.

TKA dan Asesmen Nasional (AN) SMP/MTs/sederajat 2026 disusun dalam dua hari. Hari pertama berisi Matematika termasuk Numerasi dan Survei Karakter. Hari kedua berisi Bahasa Indonesia termasuk Literasi Membaca dan Survei Lingkungan Belajar. Mata uji mendapat alokasi 75 menit; latihan dan survei memiliki alokasi tersendiri. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.
Informasi diperiksa pada 9 Oktober 2026. Pelaksanaan SMP 2026 sudah selesai dan hasilnya telah diumumkan pada 26 Mei. Susunan di bawah menjelaskan pelaksanaan 2026, bukan pengumuman jadwal 2027. Pengumuman hasil TKA SD dan SMP, Kemendikdasmen.
Pedoman Kepmendikdasmen 56/2026, yang ditetapkan 6 Maret 2026, menempatkan mata uji dan survei pada hari yang berbeda seperti tabel berikut. Setiap peserta mengikuti pengaturan sesi yang berlaku baginya; tabel tidak berarti seorang siswa mengikuti seluruh sesi dalam satu hari. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.
Hari | Latihan | Mata uji | Survei | Total komponen sesi |
|---|---|---|---|---|
Pertama | 10 menit | Matematika termasuk Numerasi, 75 menit | Survei Karakter, 20 menit | 105 menit |
Kedua | 10 menit | Bahasa Indonesia termasuk Literasi Membaca, 75 menit | Survei Lingkungan Belajar, 20 menit | 105 menit |
Pembagian hari membantu siswa membedakan kegiatan akademik dan survei. Survei Karakter tercantum pada hari Matematika, sedangkan Survei Lingkungan Belajar tercantum pada hari Bahasa Indonesia. Fungsi survei dijelaskan terpisah dari penilaian mata uji. Pedoman TKA dan AN, halaman 28-29 dan 44-45.
Angka 105 menit berasal dari 10 menit latihan + 75 menit mata uji + 20 menit survei. Penjumlahan ini menjelaskan durasi seluruh rangkaian sesi dalam tabel. Peserta tidak memiliki 105 menit untuk mengerjakan Matematika atau Bahasa Indonesia; bagian mata uji tetap 75 menit. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.

Bagi keluarga, perbedaan ini berguna saat menanyakan informasi kepada sekolah: apakah waktu yang disebut adalah awal sesi, akhir rangkaian, atau alokasi mata uji? Pertanyaan tersebut merupakan saran Redaksi Sagacious untuk membantu membaca pengaturan peserta, bukan perubahan jadwal resmi.
Pedoman menampilkan empat pilihan sesi dengan waktu WIB, WITA, dan WIT. Contoh sesi pertama tercantum pukul 07.00-08.45 WIB, 08.00-09.45 WITA, atau 09.00-10.45 WIT. Ini contoh waktu untuk sesi pertama, bukan jam mulai semua peserta. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.

Sekolah menjadi rujukan untuk informasi pembagian peserta dan sesi yang berlaku. Saat memeriksa dokumen atau pengumuman, cocokkan jenjang, hari, nomor sesi, dan zona waktu. Artikel ini tidak menempatkan siswa tertentu pada salah satu sesi.
Pedoman menggabungkan butir literasi membaca AN ke mata uji Bahasa Indonesia dan butir numerasi AN ke mata uji Matematika. Karena itu, susunan hari pertama menuliskan Matematika termasuk Numerasi dan hari kedua menuliskan Bahasa Indonesia termasuk Literasi Membaca. Jangan menghitung istilah literasi dan numerasi sebagai dua mata pelajaran tambahan. Pedoman TKA dan AN, halaman 29-30.
Untuk belajar, siswa dapat memakai pekerjaan Matematika untuk mengenali kesulitan penalaran dan memakai bacaan Bahasa Indonesia untuk memeriksa pemahaman teks. Kegiatan belajar ini adalah saran editorial; artikel tidak menetapkan jumlah soal nasional atau bobot setiap bentuk soal.
Pedoman menempatkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar sebagai instrumen AN. Survei Karakter mengukur hasil belajar nonkognitif pada delapan dimensi profil lulusan. Survei Lingkungan Belajar, sering disebut Sulingjar, mengukur kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan. Pedoman TKA dan AN, halaman 28-29.
Dua survei tersebut memiliki tujuan yang berbeda dari mata uji Matematika dan Bahasa Indonesia. Dalam pelaporan AN, Survei Karakter menghasilkan rata-rata indeks karakter murid, sedangkan Sulingjar menghasilkan indeks satuan pendidikan dari indikator kualitas lingkungan belajar. Pedoman TKA dan AN, halaman 52.
Penggabungan pelaksanaan tidak membuat seluruh hasil menjadi satu nilai pribadi. Pedoman membahas penskoran TKA dan pelaporan AN pada bagian terpisah. Hasil TKA dinilai per mata uji, sedangkan hasil AN berasal dari agregasi skor murid, pendidik, dan kepala satuan pendidikan. Pedoman TKA dan AN, halaman 49-52.
Hal yang dibandingkan | TKA | AN |
|---|---|---|
Fokus informasi | Capaian akademik peserta pada setiap mata uji | Evaluasi sistem pendidikan pada sekolah dan/atau daerah |
Pelaporan | Hasil peserta melalui Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) | Hasil AN menjadi bagian evaluasi melalui Rapor Pendidikan |
Skala atau bentuk informasi | SMP: 0,00-100,00, dua angka desimal per mata uji | Antara lain rata-rata indeks karakter dan indeks kualitas lingkungan belajar |
Cara membaca hasil | Gunakan dokumen hasil resmi peserta dari sekolah | Gunakan laporan sesuai fungsi evaluasi sekolah/daerah; tidak ditulis sebagai tambahan nilai mata uji peserta |
SHTKA disampaikan secara digital dan/atau cetak melalui satuan pendidikan. Rapor Pendidikan digunakan untuk evaluasi sistem; nama ini berbeda dari rapor latihan Sagacious. Hasil simulasi Sagacious tetap merupakan informasi belajar internal dan tidak menggantikan SHTKA resmi. Pedoman TKA dan AN, halaman 50-52.
Pedoman tidak menetapkan dalam bagian tersebut bahwa indeks survei ditambahkan ke nilai Matematika atau Bahasa Indonesia peserta. Karena itu, hindari menafsirkan jawaban survei sebagai cara menaikkan nilai mata uji.
Saran berikut disusun Redaksi Sagacious untuk memahami pelaksanaan dan mengevaluasi belajar setelah siklus 2026. Ini bukan daftar persyaratan resmi baru atau pengumuman pelaksanaan tahun berikutnya.
Cocokkan informasi yang dibaca dengan jenjang SMP/MTs dan tahun pelaksanaan. Untuk kebutuhan baru, minta sekolah menunjukkan pengumuman yang berlaku.
Pisahkan catatan belajar Matematika dan Bahasa Indonesia. Catat bagian yang sulit serta alasan jawaban, bukan hanya total soal benar.
Bedakan waktu mata uji dari rangkaian sesi saat membicarakan durasi. Gunakan penjelasan 10 + 75 + 20 untuk membaca informasi, bukan untuk mengubah timer latihan.
Bicarakan pengalaman belajar dengan anak tanpa memberi jawaban survei yang harus dipilih. Pertanyaan tentang pelaksanaan atau dokumen hasil dapat dibawa ke sekolah.
Untuk kalender historis, cakupan materi, dan cara membaca hasil, gunakan panduan utama berikut.
Panduan TKA SMP 2026: jadwal, materi, dan langkah setelah menerima hasil.
Tidak. Bagian mata uji mendapat 75 menit. Total 105 menit berasal dari latihan 10 menit, mata uji 75 menit, dan survei 20 menit. Dalam tampilan artikel, total tersebut harus dibaca sebagai satu rangkaian sesi. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.
Pedoman menggabungkan numerasi ke Matematika dan literasi membaca ke Bahasa Indonesia. Keduanya tercantum bersama dua mata uji tersebut dalam susunan peserta SMP. Pedoman TKA dan AN, halaman 29-30 dan 44-45.
Pedoman membedakan penskoran TKA per mata uji dengan indeks survei dalam pelaporan AN. Artikel ini tidak menyatakan bahwa jawaban survei ditambahkan ke nilai pribadi Matematika atau Bahasa Indonesia. Pedoman TKA dan AN, halaman 49-52.
Tidak. Tabel siswa SMP mengalokasikan 20 menit untuk Sulingjar pada hari kedua. Pedoman juga menyebut pelaksanaan Sulingjar untuk pendidik dan kepala satuan pendidikan selama empat minggu; ketentuan tersebut memiliki kelompok peserta berbeda. Pedoman TKA dan AN, halaman 44-45.
Tidak. Artikel membahas pedoman dan siklus 2026. Jadwal serta pengaturan pelaksanaan tahun berikutnya harus diperiksa melalui informasi resmi yang berlaku untuk tahun tersebut.
Sagacious menyediakan latihan dan simulasi internal. Hasil aplikasi bukan Sertifikat Hasil TKA resmi.
Latih materi yang perlu diperkuat, lalu tinjau pembahasannya.
Buka latihan SMP